Journal

  • Home
  • Journal
  • Gili Lawa : Pulau Cantik Untuk Menikmati Sunset

Gili Lawa : Pulau Cantik Untuk Menikmati Sunset

"Padar sama Gili Lawa, beda jauh sama padar, Di Gili lawa kita bisa naik gunung dan sunsetnnya bagus sekali" Begitulah kira-kira yang keluar dari ucapan Kapten Farhan yangsedang mengendalikan kapal nya menuju Gili Lawa. Memang Gili Lawa sudah menjadi target untuk saya kunjungi, kala itu Pulau padar belum se-femes saat ini di kalangan traveler maupun photographer. Itu yang menjadi alasan saya ingin mengunjungi Pulau Padar, yaitu masih "semi perawan". Tapi entahlah, sepertinya pak kapten ini memang tak ingin mengantarkan kami ke Pulau Komodo dan Padar karena pertimbangan waktu, bisa juga malas yang disebabkan jarak yang jauh.

Blog Gili Lawa 9

Pulau-Pulau Spot Snorkling ( Ada yang Tahu Nama Pulaunya?)

Blog Gili lawa 10

Pelataran Komodo di atas Bukit Yang Sangat Tinggi

Selesai kami berkeliling ringan di pulau Rinca, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, hidangan santap siang sudah tersedia di meja kapal. Perjalanan Rinca ke Gili Lawa membutuhkan waktu 2 jam, Total 4 jam berlayar bila start dari Labuan Bajo, Cukup jauh kan?

Dicky makan

Santap Siang Yang Disajikan Oleh Chef Awak Kapal Kami 

Yang awalnya happy sekarang sudah mulai suntuk. Namun ada hal mendadak yang membuat kami semangat lagi. Lumba-lumba!! Iya, kawanan lumba-lumba loncat-loncat mengiringi kapal kami hanya beberapa detik saja. Saya langsung mengambil lensa panjang saya untuk mengambil gambar..."pret.. pret...preet..preet" itu bukan suara kentut, tetapi suara shutter yang dihasilkan oleh kamera Nikon saya. 

blog gili lawa 5

Lumba-lumba Sebagai Peluruh Kebosanan Selama di Kapal

Langit mulai menunjukkan warna ke emasannya, hati pun mulai gundah, karena tujuan tak kunjung sampai. "Yang mana bang Gili Lawa?" tanya saya sambil melihat-lihat gugusan pulau. "Yang depan itu!" Jawab Kapten sambil menunjuk pulau yang berada di depan. Memang terlihat seperti dekat, tapi kok kapalnya tidak sampai-sampai. disitulah yang disebut ada harga,ada rupa #sedih. Tampak di atas puncak ada beberapa orang yang sedang menunggu sunset. Terlihat burung elang dewasa sedangmengitari atas bukit sedang memasang mata untuk mencari-cari mangsa untuk makan malam. Saya menyadari, kalau saya akan telat mendapatkan moment tenggelamnya sang mentari.

blog gili lawa 7

Matahari Sudah Mulai Turun Saat Masih Dalam Perjalanan Menuju Gili Lawa

Kapal kami perlahan mulai melambatkan kecepatannya, terlihat ada beberapa kapal yang sudah lebih dulu singgah di tepi pantai Gili Lawa. Kami segera turun dari kapal dan berjalan cepat. Melihat atas puncak tampak begitu jauh dan matahari mulai memerah, rasa hopeless mendapatkan sunset semakin besar #pasrah. Namun keinginan kuat saya untuk mendapatkan gambar sunset di pulau ini mengalahkan hopeless Saya. Walau napas terengah-engah dengan beban kamera yang cukup berat, saya terus naik. Terlihat Ady teman kami, bengek tertinggal di paling belakang dan memutuskan untuk tidak ikut untuk melihat keindaahan panorama gugusan pulau dari atas puncak Gili Lawa. Matahari mulai sembunyi di batas horison sisi barat. Sudahlah, langsung saja saya tancapkan tripod dimanapun saya berpijak. Metering secepatnya, pasang filter yang kadang-kadang suka bikin rempong bila tergesa-gesa.

Gili Lawa Blog 4

Burung Elang Mengitari Bukit

"Click" hanya beberapa frame saja, matahari sudah hilang dari sisi ufuk barat. Memang hati rasanya belum puas, tapi ya sudahlah, memang sudah ketentuan-Nya harus begini. Kami naik ke puncak para wisatawan asing dan lokal sudah turun. Kami juga ikut turun ketika langit sudah gelap. Kami kembali ke kapal untuk makan malam dan berisitriahat di kapal di tepi pantai Gili Lawa. Karena kegagalan sunset, kami pun sepakat  merencanakan untuk naik kembali untuk sunrise-an. 

blog gili lawa 4

Sunet Sebelum Sampai di Puncak Dengan foreground Rerumputan yang Bergoyang

Dering alarm ponsel membangunkan saya kala shubuh. Saya segera bangun dan shalat shubuh lalu mempersiapkan alat perang untuk sunrise. Wah ternyata teman-teman semangat juga ingin naik ke puncak untuk melihat sunrise. Termasuk Ady yang ingin balas dendam atas kegagalannya sore kemarin untuk mandaki puncaknya. Oke, kami sudah siap semua.kami mulai turun dari kapal. Suasana sangat gelap saat itu, kami hanya diterangi sebatas lampu led yang saya terikat di kepala saya.

blog gili lawa 8

Sisi Timur Dari Puncak Gili Lawa

"Jebuuuuuuur" suara seperti orang yang sedang loncat berenang dari atas kapal. Pikir saya saat itu adalah kapten kapal, Bang Farhan loncat berenang subuh-subuh untuk mencari ikan, atau mungkin orang dari kapal tentangga yang berenang. Usut punya usut ternyata Ady tidak sangat tercebur di laut. Wah kami berempat bingung antara harus tertawa atau berduka. Ady selalu membawa tas kecil slempang di bahunya, yang saat itu saya menitipkan tiket pesawat kembali dan ada iphone punya Wildan di dalam tas kecilnya itu. Wah kejadian itu benar-benar kocak, kami membantu menerangi Ady yang terpeleset karena salah menginjak anak tangga, untung saja lautnya tidak dalam ya Dy. Ady akhirnya membatalkan (lagi) untuk menaiki puncak Gili Lawa, semoga next time bisa ya.

blog gili lawa 3

Suasana Pagi Dari Atas Puncak Gili Lawa

Kami berempat mulai mendaki. Mendaki di kala gelap memang lebih mudah dibandingkan dengan mandaki saat terang. Stamina lebih ada dibandingkan sore hari. Walaupun masih terengah-engah namun kondisi tetap fit untuk terus mendaki. Dicky, Wildan, Luthfi dan saya akhirnya sampai di puncak.  Matahari belum terbit, kondisi masih begitu gelap dan masih sulit untuk melihat sekitar. Tak lama rona-rona jingga kemerahan namun sudah terlihat. Dan akhirnya terbit juga. Penampakan tidak berbeda jauh, hanya saja posisi arah datangnya sinar yang membedakan. Tetapi mau sunset ataupun sunrise di Gili Lawa memang tempat yang cantik untuk dinikmati. 

blog gili lawa 6

Pagi hari ketika Menjelang Demam Tiba (Berdiri Ki-Ka : Fakhri, Dicky Jongkok Ki-Ka : Wildan, Luthfi)

 

 

 

 

  • +62-812-1822-516
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Follow Me!