Journal

  • Home
  • Journal
  • Mengubek Eksotika Negeri Flores Part III (Flores Overland) + Tips Memotret Orang Pada Saat Travelling

Mengubek Eksotika Negeri Flores Part III (Flores Overland) + Tips Memotret Orang Pada Saat Travelling

Pagi dingin yang cerah menyapa kami di Bajawa. Daerah setinggi 1.000mdpl yang begitu sejuk di pulau Flores. Kami bermalam di sebuah rumah penginapan sederhana yang masih tampak masih baru di kota tersebut. Saya lupa juga berapa harga sewanya. mungkin sekitar Rp 300.000 dengan fasilitas air panas dan wifi. Bila punya banyak waktu di pulau Plores, banyak hal yang bisa di kunjungi di Bajawa. Wisata alam air terjun, pegunungan hingga wisata budayanya begitu memukau bagi penikmat perjalanan. 

Bena Blog 16

Akan tetapi, di Bajawa ini, kami hanya sempat mengunjungi Kampung Luba dan Kampung Bena saja, di karenakan kami harus cepat jalan ke Labuan Bajo. Bang Jeff, driver kami mengantarkan kami ke Kampung Luba. Kampung yang berdekatan dengan Kampung Bena. Kampung yang pada saat itu terdiri dari 17 rumah kayu di dataran tanah yang berundak undak ini memiliki atap seperti trapesium. Masing- masing rumah memiliki beberapa tanduk kerbau yang digunakan ketika pada saat ada upacara adat. Pagi itu kampung terlihat begitu sepi. 

Bena Blog 21

Sedikit sekali saya temui laki-laki di kampung ini karena di pagi hari mereka sudah pergi bertani. Hanya ada bebrapa  perempuan yang sedang menenun di teras depan rumahnya bersama anak atau cucunya. 

,Bena Blog 15

Ada beberapa makam leluhur yang disucikan yang tidak boleh kita naiki/langkahi/injak dan kita harus menghormatinya. Di Kampung ini saya hanya mengambil beberapa foto portrait mama-mama di kampung. Karena kampung ini tidak berbeda jauh dengan Kampung Bena, Jadi disini saya mencoba membagikan beberapa tips saja, bagaimana memotret orang pada saat travelling.

 

TIPS MEMOTRET ORANG PADA SAAT TRAVELING

Bena Blog 8

Traveling harus didorong oleh keinginan yang kuat untuk melihat tempat yang tidak dikenal serta minat dalam menyelami lebih dalam budaya lain yang sering diterjemahkan dalam bentuk sebuh dokumentasi foto ataupun video, yang mana pertanyaan-pertanyaan penting seputar privasi dan rasa hormat untuk orang lokal cenderung muncul.

Bena Blog 17

Memotret orang yang tidak Anda kenal bisa menjadi pengalaman yang menakutkan bagi sebagian orang. Banyak orang tidak nyaman dengan orang yang mendekati dan meminta izin mereka. Tetapi jika Anda dapat menaklukkan rasa takut Anda, Anda dapat diberi sebuah hadiah dengan beberapa foto yang benar-benar indah dari perjalanan Anda. Tidak mau kan perjalanan Anda sia-sia begitu saja?

 1. Basa - Basi = Permission ( Smile =) )

Bena Blog 14

Bagi banyak orang, memanggil kepercayaan diri untuk mendekati subjek dan meminta izin untuk memotret mereka adalah keterampilan fotografi yang paling sulit untuk ditingkatkan. Ini sering menjadi tantangan terbesar yang mungkin Anda temui, setelah berhasil  mendekati orang asing,  bukanlah hal yang mudah dilakukan untuk memulai pembicaraan. Oleh karena itu, Anda mungkin akhirnya mencoba untuk mengambil foto cepat tanpa pemberitahuan (candid) subjek  Anda yang dapat mengganggu mereka, belum lagi Anda mungkin tidak menangkap sudut atau cahaya terbaik. Berikut beberapa kiat tentang cara meminta izin untuk memotretnya:

Bena Blog 9

  • Mulai untuk menyapa terlebih dahulu : berbicaralah dengan mereka terlebih dahulu dan tanyakan tentang apa yang mereka lakukan, tentang kota atau kota mereka dan bahkan beri tahu mereka tentang diri Anda.
  • Membeli souvenir : Jika Anda membeli sesuatu dari mereka, itu adalah salah satu waktu terbaik untuk memotret orang, karena biasanya mereka akan ramah terhadap Anda. 
  • Senyum dan tunjukkan kamera mu : cara termudah adalah dengan cukup tersenyum dan menunjuk ke kamera Anda biasanya ini adalah trik normal yang biasa dilakukan - bahkan jika orang yang Anda ingin foto tidak berbicara bahasa Anda.
  • Berdayakan guide atau penerjemah : guide atau penerjemah bisa sangat berguna untuk bertanya kepada orang-orang apakah Anda dapat mengambil foto mereka dan juga memberi tahu jika ada tempat yang tidak boleh Anda kunjungi. Namun bila tak ada penerjemah maupun guide. gunakan bahasa tubuh Anda sebagai alat komunikasi. 
  • Foto berbayar : Di tempat tujuan turis yang populer itu adalah umum bagi orang yang Anda potret untuk menginginkan uang pada saat mengambil gambar. Keputusan adalah milik Anda, jika Anda ingin membayar untuk foto, tetapi dalam keadaan apa pun Anda tidak boleh menyelundupkan foto. Jika Anda bersedia membayar, negosiasikan harga sebelum Anda mengambil gambar dan juga sebutkan berapa banyak foto yang akan Anda ambil. di beberapa tempat yang pernah saya kunjungi juga pernah dimintai sejumlah uang untuk mendapatkan fotonya. Bahkan di salah satu orang di foto ini ada yang meminta sejumlah yang dari saya. 
  • Tidak semua mau di foto : Jangan tersinggung jika mereka menolak. Ada banyak peluang lain dan orang-orang yang tidak keberatan foto mereka diambil. Saya juga sering mengalami penolakan untuk di foto.

2. Persiapan

Bena Blog 12

Apakah Anda tipe pemalu atau tidak, bersiaplah sebelum Anda mendekati seseorang. Persiapan untuk memotret bisa menjadi kebiasaan yang sangat baik untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Pikirkan tentang lensa apa yang akan Anda gunakan untuk memotrek subjek tersebut?  Apakah Anda mungkin perlu menaikkan ISO Anda? Apakah Anda memerlukan flash untuk fill in kah? . 

Bena Blog 13

Dan pastikan kamera Anda aktif dengan tutup lensa yang  sudah terbuka. Kenapa hal sepele ini harus di persipakan?  Karena hal ini sangat penting jika Anda ingin memotret orang-orang yang sibuk. Mungkin beberapa orang akan kesal bila waktunya di gunakan untuk hanya memenuhi keinginan Anda untuk berfoto.  Misalnya para penjual di  pasar tidak akan memiliki waktu terlalu lama untuk menunggu Anda mengambil bidikan sebelum menemui pembelinya.

3. Portrait atau Suasana?

Bena Blog 5

Tidak ada jawaban yang benar di sini, dan itu benar-benar tergantung pada gaya dan preferensi Anda. Potret lurus ke depan biasanya akan mengisolasi subjek Anda dalam bingkai dan menangkap detail wajah mereka. Tentunya Anda dapat mengisi bingkai jika Anda ingin atau Anda dapat berdiri lebih jauh ke belakang dan menangkap lebih banyak figur dan pakaian orang tersebut. 

Bena Blog 4

Potret lingkungan menambahkan konteks kepada orang tersebut dengan menunjukkan lebih banyak tentang lingkungan mereka dan memungkinkan pemirsa untuk mempelajari lebih lanjut tentang mereka. Tentu saja untuk potret lingkungan Anda akan membutuhkan lensa yang lebih luas (misalnya 24mm - 35mm) sehingga Anda bisa mendekati dan masih bisa menangkap lingkungan.

4. Jangan Takut Mengarahkan Gaya

Bena Blog 6

Setelah Anda mendapat izin seseorang, jangan takut untuk mengarahkan mereka ke mana atau dengan gaya sesuai konsep yang Anda inginkan . Kebanyakan orang merasa tidak nyaman berpose, jadi Anda sebagai fotografer harus mengarahkan mereka dan membuat mereka merasa nyaman. 

Bena Blog 10

Namun di beberapa tempat yang sudah sering datang wisatawan yang suka berfoto, mungkin beberapa orang yang Anda temui sudah tahu pose yang menjadi andalan baginya. Bila mereka sudah nyaman, biasanya mereka akan lebih mudah untuk di arahkan. manfaatkan moment ketika mereka sudah nyaman dengan Anda.

5. Cuaca Mendu(ng)Kung

Bena Blog 3

Seringkali musuh terburuk fotografer travel adalah  hari-hari mendung, namun sebenarnya hari yang mendung adalah waktu terbaik untuk mengambil foto potret. Cahaya alami dan lembut akan membuat subjek foto  Anda akan mendapatkan cahaya yang merata tanpa bayangan keras/kasar di wajah mereka. Jadi pada saat Anda menghadapi hari yang mendung di perjalanan Anda, carilah orang-orang yang menarik untuk difoto.ya seperti saya ini.  Saat di Kampung Luba ini cuaca mendung di sertai gerimis,

Bena Blog 11

6. Lakukan pertukaran

Bena Blog 18

Fotografer sering mendapat manfaat dari gambar yang mereka ambil lebih dari subjek yang muncul di gambar tersebut, selalu berusaha untuk memberikan sesuatu kembali ke subjeknya. Bisa Anda berjanji untuk memberikan hasil cetak foto tersebut, atau bila Anda memiliki kamera polaroid, hasil foto tersebut  bisa Anda gunakan sebagai souvenir yang Anda berikan kepada subjek yang Anda foto. Tidak salah juga bila Anda dapat memperlihatkan hasil foto di layar LCD kamera Anda. 

Akhir Perjalanan di Bajawa

Mungkin hanya itu saja tips yang bisa saya berikan kepada Anda, Semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang ingin mencoba foto orang ketika sedang travelling. Saya tidak banyak membahas mengenai Kampung Adat Luba dan Bena, karena mungkin Anda bisa dengan mudah menemukan blog/ulasan di internet mengenai kampung adat ini. 

Bena Blog 19

Setelah dari kampung ini kami pun meluncur ke Labuan Bajo, Sempat kami berisitirahat di Aimere, dimana tempat ini banyak sekali proses pembuatan Sopi (tuak khas flores). Di sana kami sempat melihat proses pembuatannya. Tak berlama-lama disana kami langsung meluncur karena Ingin mampir ke sawah jaring laba-laba. Karena langit sudah gelap, batal sudah menuju sawah jaring laba-laba. Ke Labuan Bajo ini, harus melewati 4 kabupaten lho...lumayan membuat pantat panas dan mengocok perut dengan medan yang berliku liku. 

Untuk di komodo bisa kunjungi disini ya : https://fakhrianindita.com/journal/57-kenapa-sih-ke-taman-nasional-komodo

dan kami juga mampir di Gili Lawa bisa lihat disini juga : https://fakhrianindita.com/journal/58-gili-lawa-pulau-cantik-untuk-menikmati-sunset



 

 

 

  • +62-812-1822-516
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Follow Me!