Journal

Hujan di Sepanjang Pendakian Rinjani

Pesawat Merpati yang akan saya tumpangi menuju Lombok mengalami batal penerbangan dengan alasan kerusakan mesin. Rasa panik dan kesal  campur aduk pada saat itu. Luntang-lantung di bandara berharap mendapatkan kabar baik dari pihak maskapai yang katanya 2018-2019 ini bangun dari tidurnya. Saya segera memberi kabar kepada pihak travel di  Lombok agar tidak menjemput saya terlebih dahulu karena adanya keterlambatan untuk tiba disana sesuai jadwal yang di janjikan.

Sembalun Lawang Blog 3
Terbang bersama Wings Air menuju Lombok dari Pulau Bali

Rasanya tidak mungkin kalau saya harus menginap di Bali dahulu dikarenakan saya sudah memesan tiket PP Jakarta-Lombok, tapi alasan sebenarnya sih.  Saya sudah ga ada budget untuk beli tiket ganti dan nginep. Seriously!

Day 1 : Yes! 

 Sembalun Lawang Blog 6
Savana yang sangat indah dan panjang selama perjalanan melalui jalur Sembalun

Akhirnya pihak maskapai bertanggung jawab dengan mengoper saya ke pesawat Wings Air. Penerbangan dari Bali menuju Lombok memakan waktu kurang lebih 40 menit hingga 1 jam. Sesampainya di Lombok saya sudah di jemput oleh driver yang mengantar saya menuju Sembalun. Pak Toto namanya. Pak Toto adalah driver yang merupakan paket dari jasa Trekking Rinjani yang sudah saya booking beberapa waktu sebelumnya.

Sembalun Lawang Blog 4
Matahari yang berusaha menembus kabut

Saya berterima kasih sekali kepada Pak Satya Budi pemilik Trekking Rinjani yang mau menolong saya untuk melakukan pendakian menuju salah satu gunung berapi  tertinggi kedua di Indonesia. Trekking Rinjani salah satu jasa guide yang memberikan profesional service untuk pelancong yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Informasi yang jelas dengan harga yang jelas pula membuat saya menggunakan jasa dari trekking Rinjani ini. Saya sangat di bantu dengan Mas Satya karena saya melakukan pendakian ini sendirian.

Sembalun Lawang Blog
Burung elang yang menembus kabut di savana Pos I

Singkat cerita perjalanan dari bandara menuju sembalun lawang kurang lebih 3- 4jam. Sesampainya di desa Sembalun langit sudah gelap, suhu udara juga sudah dingin-dingin sejuk. Saya bermalam di Lembah Rinjani Hotel yang sudah menjadi inclusive dalam paket pendakian menggunakan Trekking Rinjani. Agak serem juga sih tidur sendirian. krik...krik.kiriik

Day 2 : Pos I sampai pos III

Pagi tiba, Setelah sarapan saya mulai melakukan pendakian, seiingat saya pukul 8.30 an saya baru start. Di perjalanan ini saya menggunakan 2 porter dan 1 guide. porter yang pertama bawa daily pack saya, porter kedua membawa logistik tenda dll, kalau saya bawa tas kamera dan tripod. Total berat tas kamera saya mungkin sekitar 12-13kg. 

Sembalun Lawang Blog 5

Untuk mempersingkat waktu, Kami menggunakan Ojek sampai pintu awal pendakian, ongkos ojek per orang 15.000 dan kami dapat menghemat waktu kurang lebih 1 jam untuk itu. lumayanlah ya bagi amatiran seperti saya ini.

Sembalun Lawang Blog 2

Jalur Sembalun ini memiliki tipe savanah  terbuka. Karena jalur sembalun landai dan jelas perjalanan melalui Sembalun ini sangat cocok untuk pemanasan di awal, lain halnya dengan jalur Senaru yang menanjak tiada henti-hentinya. Saya sampai di pos 1 sekitar pukul 09.15 Entahlah apa yang menyebabkan saya lama di pos ini.Mungkin karena saya tipe perjalan cepat, sehingga waktu masih sangat pagi, atau karena saya foto-foto yang membuat lama. Pos 1 ini memiliki ketinggian ± 1.500 mdpl.

Sembalun Lawang Blog 9
Masak untuk makan siang sebelum jalur menanjak

Puas saya berfoto, kami melanjutkan menuju pos 2 yang memiliki ketinggian ± 1.800 mdpl yang di tempuh normal ± 40 menit.. Tetapi kami tidak melakukan perhentian di Pos 2, karena awan mulai bergelayut. Saya terus berjalan sambil foto lansekap savanah Sembalun. 

Sembalun Lawang Blog 8
Menu santap siang di Pos III adalah Mie Bergizi

Setelah melalui sungai mati, posisi agak di atas terdapat Pos 3, disana kami memutuskan untuk berisitirahat dan makasn siang makan siang. Saat itu berada di pukul 11.40 hingga pukul 13.00 juga saya belum jalan juga dari pos 3. ckckckc pantesan saya kehujanan di bukit Penyiksaan hingga Plawangan Sembalum (baru sadar ketika melihat history waktu di foto).

Sembalun Lawang Blog 7
Monyet Mupeng

Bukit Penyesalan

Sembalun Lawang Blog 12
Balapan sama orang Jerman 

Bukit Penyesalan? Kenapa disebut bukit penyesalan? Disinilah di uji ketahanan nafas, jantung, paru, betis dan kaki kamu. Tanjakan yang tiada henti-hentinya terus menemani selama perjalanan. Langit mulai gelap, Kabut mulai mentupi sela sela pohon dan jalur pendakian. Hujan turun memang membuat para fotografer menjadi lesu.  Saya berada di tengah-tengah bukit sekitar pukul  03.44WIB dan mengabadikan foto bersama tamu dari Jerman. Nafas mulai tertatur kembali saya melanjutkan mendaki bukit yang akan mengantarkan kamu menuju Plawangan Sembalun.

Sembalun Lawang Blog 10
Ini foto hari ketiga setelah muncak, sarapan sebelum menuju Danau Segara Anak

"Bang sedikit lagi tu bang nyampe atas, yang ada pohon cemara 1", Saya lihat ke atas, tuwewewewew.. Masih jauh sekali booo! apa boleh buat saya izinkan si abang guide saya untuk tunggu saya di atas saja daripada kelamaan nunggu keong lagi daki. Akhirnya abang guide naik duluan meninggalkan diriku yang letih ini. Kabut mulai semakin tebal. Jarak pandang juga mulai tipis-tipis, namun motivasi menggapai pohon berdiri tak kan pernah padam. 

Sembalun Lawang Blog 11
Foto bareng guide dan porter

Singkat cerita hujan turun disertai kabut yang amat sangat tebal di ketinggian 2.639m. Yesss akhirnya sampai juga di Plawangan Senaru pada pukul 17.00an. Namun sedihnya porter saya dua-duanya belum sampai juga di Plawangan Sembalun. Jadi saya harus menunggu tenda didirikan oleh porter dahulu. Dimana saya bisa mendapatkan kehangatan dalam kebekuan ini.  

Rim Sembalun Blog
Pemandangan di belakang tenda (puncak Rinjani terlihat sangat jauh dari sini)

Kabut Sepanjang di Plawangan Sembalun

Rim Sembalun Blog 2
Karena pemandangan depan hanya kabut, jadi motret pemandangan belakang rumah aja

Saya akui, saya tidak mendapatkan foto bagus selama di Rinjani ini. Ingin rasanya kemabali lagi atas pulau Lombok ini. Plawangan sembalun ini  merupakan pertenganan dari badan gunung Rinjani dengan ketinggian 2.600an meter. Bagi tamu yang ingin melakukan pendakian ke Puncak Rinjani ini harus melalui Plawangan Sembalun ini.

Rim Sembalun Blog 3
Karena pemandangan depan hanya kabut, jadi motret pemandangan belakang rumah aja (II)

Kabut mulai terbuka tipis-tipis, namun masih sulit untuk melihat dengan jelas. Saya sempatkan mengabadikan foto beberapa jepret saja dan segera beristirahat karena sekitar pukul 01 : 00 harus summit attack menuju puncak 3.726. 

Day 3 : Summit Attack to Dewi Anjani's Peak

Rinjani Blog 1
Ini foto kalau lagi istirahat kelelehan....apa aja di foto deh daripada kosong

Saya lupa saya mulai start pendakian menuju puncak pada pukul berapa. Mungkin sekitar pukul 01.00 , Pendakian biasanya memakan waktu 3-4 jam bila fisik kuat, dan 5-6 jam bila selow motion seperti saya. Saya mempersiapakan beberapa lensa yang akan saya bawa beserta tripod. Beng-beng, permen dan air minum tak lupa saya bawa. Karena pendakian ini akan sangat menguras tenaga. 

Rinjani Blog 2
Ini foto kalau lagi istirahat kelelehan....apa aja di foto deh daripada kosong (II)

Medan perjalanan menuju puncak Rinjani ini cukup berat, dengan jalan tanah berpasir, kawah dan jurang yang begitu dalam. Hampir semua yang saya temui ketika perjalanan menuju puncak Rinjani ini adalah turis asing. Ada beberapa yang memang cepat dan ada juga yang berjalan santai. 

puncak rinjani blog 2
Pas lihat kebelakang, rupanya saya tidak terkapar sendiri..Yosh!

Saya termasuk tipe cepat tapi banyak istirahat. sekali istirahat selalu sempat pengen lanjutin tidur di tengah jalan ZzZz... Walaupun saya tidak sempat melihat sunrise dari atas puncak, tapi saya sangat menikmati dan mengagumi panorama keindahan alam cipataan Allah. sangaat sangaat sangaat menajubkan!!  Inilah gunung no.1 terindah di Indonesia ( versi pribadi).  

Rinjani Blog 4
Perasaan lega dari penderitaan ketika sudah melihat view ini...Masya Allah

Rasa lelah dan keinginan berhenti selalu muncul ketika kelelahan, Perang antara pikiran dan hati pun timbul dengan pertanyaan " ngapain ya gue nyiksa diri begini" , "ngapain cape-cape bgini" yang selalu menghantui selama perjalanan menuju puncak Rinjani kini sudah bablas semua. Semua terbayar dengan lansekap keindahan alam Kawah dengan danau Segara Anak.  Saya tiba di puncak pukul 07.10, ya memang sudah agak kesiangan, tp masih worth it lah. Cuaca tampak cerah tak bermasalah.  

 puncak rinjani blog 5
06/06/2013 di Puncak Gunung Rinjani bersama guide

Hangat membasahi tubuh dari dinginnya permukaaan 3.726 meter ini. Tripod yang dingin seperti membeku ku pasang dan mulai berfoto hingga lupa waktu. 

puncak rinjani blog 4
Pemandangan yang selalu di abaikan

Sudah puas berfoto. Tak lama kemudian pelan tapi pasti... kabut menghampiri saya pada saat saya mulai turun dari puncak. Guide saya pun saya menyuruh saya untuk segera turun tanda "bahaya". Saya berlari  turun dan dengan cepat, hujan disertai badai menerjang sesampainya saya di tenda.  (tetapi turunnya ga sesingkat itu juga ya), dan atas dasar pertimbangan keamanan dan keselamatan saya bersama guide dan porter memutuskan untuk tidak turun ke danau dan lagi-lagi bermalam dengan hujan disertai kabut di Plawangan Sembalun. krik...krik....kriiik. Gagal sudah rencana saya mengambil gambar milkyway dari danau Segara Anak. 

puncak rinjani blog 1 
View dari puncak Gunung Rinjani pada pagi itu

Rinjani Blog 5
Ini dia kabut yang menyeramkan pada saat turun dari puncak 

Day 4 :  Danau Segara anak - Plawangan Senaru 

 Danau rinjnai blog 3
Mancing di danau segara anak memiliki sensasi tersendiri

Pagi  tampak cerah disertai awan. Matahari tampak kesulitan menembus tenda kami. Porter saya sudah mulai memasak pancake pisang sebagai sarapan hari ini. Setelah berkemas kami lanjut jalan turun menuju Danau Segara Anak. Jalan menurun dengan tebing terjal sangat berbahaya bila kita salah langkah.  kamu harus extra hati-hati untuk memilih batu pijakan. 

Danau rinjnai blog 4

Waktu rata-rata untuk mencapai Danau Segara Anak ini  ± 2 - 3.5 jam, Namun karena saya tidak mau kehilangan waktu motret di akibatkan hujan, saya berjalan dengan cepat, dan saya sampai di danau seingat saya hanya 1.5 jam saja. 

Danau rinjnai blog 2

Danau Segara anak berada pada ketinggian 2.000 mdpl, Danau yang memiliki kedalaman 230m ini menjadi favorit bagi para pendaki sgunung Rinjani. Selain menikmati pesona keindahan alamnya juga para pendaki bisa melakukan aktivitas memancing ikan. 

Danau rinjnai blog

Terdapat gunung barujari di tengah kawah, yang merupakan gunung berapi aktif yang tumbuh dari dasar kawah gunung Rinjani. Saya segera mengambil kamera dan memfoto suasana di danau dan tak lama disana, lagi, lagi dan lagi kabut tebal menghampiri, seolah tidak rela kalau saya kepanasan. Ya sudah saya segera lanjut jalan dan membantalkan menuju air panas. 

Danau Rinjani VSCO
Kabur sebelum kabut

Hujan yang panjang menuju Plawangan Senaru

Senaru Blog
Jemur-jemur di jagain anjing

Tidak lama perjalanan dari danau segara anak menuju Plawangan Senaru,  turun hujan yang sangat deras. Medan pendakian akar-akar pohon, dan bebatuan beserta kerikil menambah sulitnya pendakian menuju Plawangan Senaru.

Senaru Blog 6
Keringin sepatu buat besok turun via Senaru

aliran air hujan begitu derasnya turun dari atas bak sungai, menambah saya agar lebih hati-hati dalam melangkah. Ada beberapa pohon yang tumbang di terjang badai. Wah pokoknya saya sudah tidak bisa ambil foto apapun, sudah tidak konsen mau ngapain, tujuan saya hanya segera sampai ke atas Plawangan Senaru.

senaru Blog 2
Hotel saya berwarna oren banyak di kunjungi tamu

Senaru Blog 3
Baru sampe saja sudah kedinginan, apalagi saya yang kehujanan

Singkat cerita, sampailah saya di Plawangan Senaru dengan basah secara keseluruhan. Plawangan Senaru memiliki ketinggian sekitar 2.641mdpl.  Tenda belom berdiri, namun syukurlah hujan sudah berhenti. Tampak hanya ada satu tenda yang berisi gadis-gadis bule yang sedang berteduh  di dalam tenda.

Senaru Blog 4
Gunung Sangkuriang kah?

Matahari pun timbul di sela-sela gelayutnya awan. Saya ganti pakaian basah dan menikmati Plawangan senaru dengan view pemandangan yang pernah ada di uang Rp 10.000 cetakan tahun 1998, tapi ya tetap tak terlihat , lagi-lagi di tutupi kabut.

Senaru Blog 5
Bangun tidur bersama anjing

Saya akui Plawangan Senaru adalah campsite terindah di Taman nasional Gunung Rinjani ini. Dari Plawangan Senaru ini kita bisa melihat Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, Gunung Agung, Danau segara anak dengan gunung Barujarinya, juga bukit-bukit indah. 

Senaru Blog 9
Bukit-bukit di belakang tenda

Jadi bagi kamu yang melakukan pendakian Gunung Rinjani, saya rasa kamu harus mengunjungi Senaru, karena disitu memiliki view yang lebih indah dari Plawangan Sembalun.

Senaru Blog 7 
View di depan tenda

Day 5 Plawangan Senaru - Desa Senaru - Jakarta

Esok harinya, Pagi dengan langit yang flat berwarna silver. Saya lebih memilih untuk langsung packing dan turun ke Desa Senaru.  dan sesampainya di bawah baru sadar kaki saya dapat hadiah lecet yang cukup besar di karenakan memakain sepatu basah. 

Senaru Blog 8

Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan, semoga pengalaman ini cukup saya yang alami. Dan tetaplah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Taman Nasional Gunung Rinjani.

 Namun sebelumnya saya coba memberikan tips sebelum melakukan pendakian :

1. Latihan Fisik
    Setiap aktifitas yang berkaitan dengan fisik, sebaiknya mempersiapkan fisik dengan latihan dengan tujuan, agar stamina bertambah dan mengendurkan otot        agar tidak terjadi resiko tegang atau kram otot pada saat melakukan pendakian. Latihan yang saya anjurkan mungkin bisa berenang, jogging, scout jump                ringan dan bila suka skipping boleh juga.

2.  Alat Penerang
     Headlamp LED akan lebih baik kita gunakan, karena hanya di pakai di kepala dan lampu LED lebih tahan lama untuk perjalanan yang cukup memakan waktu.

3. Vitamin dan Obat-obatan pribadi
    Setiap orang mungkin memeliki daya tahan yang berbeda-beda, apalagi dengan perubahan suhu yang drastis menyebabkan immune menurun. Vitamin dapat      membantu menjaga daya tahan tubuh. 

4. FnB
    Bawalah makanan dan minuman yang ramah lingukan dan juga tidak menjadi beban. makanan bergizi seimbang sangat di anjurkan. Bawalah makanan yang        tinggi kalori ketika summit attack, semacam coklat, permen dan sebagainya.

5. Buang Pada Tempatnya
    Buanglah sampah bekas makanan dan sampah olahan perut makanan kamu di tempat yang aman, Jangan buang di tempat banyak orang lewat. Soalnya pada      saat di Plawangan Sembalun sempat terpeleset terinjak kotoran orang, dan ketika masuk ke tenda, baunya luar biasa.

6. Take Care
     Jaga diri sendiri, jaga kelompok, Jangan lebay, Puncak bukanlah tujuan utama, tujuan utama adalah bawa foto yang cantik ketika pulang ya.

WhatsApp Image 2018 11 20 at 20.47.01
Hadiah dari Gunung Rinjani

Sekian, Terima kasih

 

Note : 
Semua foto milik FA Photography (Fakhri Anindita). Dilarang mengambil dan menggunakan foto untuk keperluan apapun tanpa izin.  Atas kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

 

 

  • +62-812-1822-516
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Follow Me!